Z

Enam Ulama Ahli Hadits Yang Paling Otoritatif

Ajaran agama Islam yang diturunkan Allah Swt tercermin dari teladan Agung Insan Kamil kekasih Allah Swt baginda Nabi Muhammad Saw, dimana beliau Saw meninggalkan pengetahuan, akhklaq dan ajaran agama yang sangat luas bagai samudra ilmu yang tidak bertepi yang menjadi sumber dari segala sumber ilmu, alhamdulillah para ulama zaman dahulu menjaganya dengan sungguh – sungguh dalam karya tulisnya tentang segala perbuatan Nabi Saw, baik ucapan (sabda), ketetapan (taqriru) maupun contoh ibadah Nabi Saw dalam ratusan kitab – kitab Hadits, di antaranya yang paling otoritatif dalam penelitian dan penulisan Hadits – Hadits Nabawy dimana tokoh – tokohnya adalah :


I. IMAM BUKHARI

Nama lengkap beliau adalah : Abu Abdullah Muhammad ibn Ismail ibn Ibrahim ibn al-Mughirah ibn ardizbah. lahir di Bukhara pada 13 Syawal 194 H (21 Juli 810 M). Ia wafat pada malam Idul Fitri tahun 256 H. (31 Agustus 870 M), dalam usia 62 tahun kurang 13 hari.

Berkah izin Allah Swt, Imam Bukhori mampu menghafal satu Juta Hadits lebih. Diceritakan bahwa Imam Bukhari menyatakan: “Aku menulis hadith yang diterima dari 1.080 orang guru, yang semuanya adalah ahli hadith dan berpendirian bahawa iman adalah ucapan dan perbuatan.” Di antara guru-guru besar itu adalah Ali ibn al-Madini, Ahmad ibn Hanbal, Yahya ibn Ma’in, Muhammad ibn Yusuf al-Faryabi, Maki ibn Ibrahim al-Bakhi, Muhammad ibn Yusuf al-Baykandi dan Ibn Rahawaih. Guru-guru yang hadithnya diriwayatkan dalam kitab Shahih-nya sebanyak 289 orang guru. 

Orang yang meriwayatkan hadits dari Imam Bukhari tidak terhitung jumlahnya. Sehingga ada yang berpendapat, ada sekitar 90.000 orang yang mendengar langsung dari Imam Bukhari. Di antara sekian banyak muridnya yang paling menonjol ialah Muslim bin Al-Hajjaj, Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Khuzaimah,Ibnu Abu Dawud, Muhammad bin Yusuf Al-Firyabi, Ibrahim bin Mi'yal Al-Nasafi, Hammad bin Syakir Al-Nasawi dan Mansur bin Muhammad Al-Bazdawi.

Al-Bukhari memang tokoh ahli hadits dan paling kritis dalam menyeleksi hadits. Namun beliau bukan ahli ijtihad yang mengistimbath hukum ( menarik kesimpulan hukum ) sendiri sampai setingkat mujtahid mutlak. Dalam masalah menarik kesimpulan hukum, beliau menggunakan metodologi yang digunakan dalam mazhab Syafi’i. Dengan demikian beliau adalah salah satu ulama besar yang bermazhab Syafi’i.

Imam Bukhari belajar fiqih Syafi’i dari Imam al Humadi, salah satu murid utama Imam Syafi’i yang belajar fiqih kepada Imam Syafi’i ketika berada di Makkah al Mukkaramah. Imam Abu ‘Ashin al Abbadi dalam kitab ”Thabaqaf”-nya menerangkan bahwa Imam Bukhari juga belajar Fiqih dan Hadits kepada Za’farani, Abu Tsur, dan Al Karabisi, Ketiganya adalah murid Imam Syafi’i 

Hasil karya Imam Bukhari adalah sebagai berikut :

 Al-Jami’ as-Shahih (Shahih Bukhari).

 Al-Adab al-Mufrad.

 At-Tarikh as-Sagir.

 At-Tarikh al-Awsat.

 At-Tarikh al-Kabir.

 At-Tafsir al-Kabir.

 Al-Musnad al-Kabir.

 Kitab al-’Ilal.

 Raf’ul-Yadain fis-Salah.

 Birril-Walidain.

 Kitab al-Asyribah.

 Al-Qira’ah Khalf al-Imam.

 Kitab ad-Du’afa.

 Asami as-Sahabah.

 Kitab al-Kuna.


II. IMAM MUSLIM

Nama lengkapnya ialah Imam Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim bin Kausyaz al-Qusyairi an-Naisaburi. Ia dilahirkan di Naisabur pada tahun 206 H. Imam Muslim wafat pada Minggu sore, dan dikebumikan di kampung Nasr Abad, salah satu daerah di luar Naisabur, pada hari Senin, 25 Rajab 261 H. dalam usia 55 tahun

Imam Muslim banyak mengunjungi ulama-ulama kenamaan untuk berguru hadith kepada mereka. Di Khurasan, ia berguru kepada Yahya bin Yahya dan Ishak bin Rahawaih; di Ray ia berguru kepada Muhammad bin Mahran dan Abu ‘Ansan. Di Irak ia belajar hadith kepada Ahmad bin Hambal dan Abdullah bin Maslamah; di Hijaz belajar kepada Sa’id bin Mansur dan Abu Mas’Abuzar; di Mesir berguru kepada ‘Amr bin Sawad dan Harmalah bin Yahya, dan kepada ulama ahli hadith yang lain. Imam Muslim berkali-kali mengunjungi Baghdad untuk belajar kepada ulama-ulama ahli hadith, dan kunjungannya yang terakhir pada 259 H.

Di waktu Imam Bukhari datang ke Naisabur, Muslim sering datang kepadanya untuk berguru dan menjadi salah satu murid utamanya . Muslim masih mempunyai banyak ulama yang menjadi gurunya. Di antaranya : Usman dan Abu Bakar, keduanya putra Abu Syaibah; Syaiban bin Farwakh, Abu Kamil al-Juri, Zuhair bin Harb, Amr an-Naqid, Muhammad bin al-Musanna, Muhammad bin Yassar, Harun bin Sa’id al-Ayli, Qutaibah bin Sa’id dan lain sebagainya.

Dalam madzhab fiqih imam Muslim bermadzhab Syafi’i mengikuti jejak guru utamanya yaitu imam Bukhori.

Dari majelis Imam Muslim muncul nama-nama ulama masyhur yang merupakan murid dari  beliau Diantara murid-murid beliau adalah Abu Isa at-Tirmidzi penyusun kitab Sunan at-Tirmidzi (Jami’ at-Tirmidzi) dan beliau pun meriwayatkan hadis dari at-Tirmidzi namun hanya sebuah hadis saja. Di antara murid beliau juga adalah Yahya bin Sha’id, Muhammad bin Makhlad, Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah, Muhammad bin Abdulwahhab al-Farro`, Abu Bakar al-Jarudi, Abu ‘Awanah al-Isfaro’ini, Ali bin al-Husain, Abu Hamid al-A’masyi rahimahumullah dan yang lainnya.

Imam Muslim meninggalkan karya tulis yang tidak sedikit jumlahnya, di antaranya:

 Jami’ as-Shahih (Shahih Muslim).

 Al-Musnadul Kabir (kitab yang menerangkan nama-nama para perawi hadith).

 Kitabul-Asma’ wal-Kuna.

 Kitab al-’Ilal.

 Kitabul-Aqran.

 Kitabu Su’alatihi Ahmad bin Hambal.

 Kitabul-Intifa’ bi Uhubis-Siba’.

 Kitabul-Muhadramin.

 Kitabu man Laisa lahu illa Rawin Wahid.

 Kitab Auladis-Sahabah.

 Kitab Awhamil-Muhadditsin.


III. IMAM ABU DAWUD

Nama lengkapnya ialah Sulaiman bin al-Asy’as bin Ishaq bin Basyir bin Syidad bin ‘Amr al-Azdi as- Sijistani. Ia dilahirkan pada tahun 202 H/817 M di Sijistan. Abu Dawud meninggal dunia di Basrah yang dijadikannya sebagai tempat tinggal atas permintaan Amir sebagaimana telah diceritakan. Ia wafat pada tanggal 16 Syawwal 275 H/889M

Guru Imam Abu Dawud sangat banyak. Di antara gurunya yang paling menonjol antara lain: Ahmad bin Hanbal, al-Qan’abi, Abu Amar ad-Darir, Abu Daud bin Ibrahim, Abdullah bin raja’, Abdul Walid at-Tayalisi dan lain-- lain. Sebagian gurunya ada yang menjadi guru Bukhari dan Abu Daud, seperti Ahmad bin Hanbal, Usman bin Abu Syaibah dan Qutaibah bin sa’id.

Dalam Mazdhab Fiqih Imam Abu Dawud mengikuti Guru utamanya yaitu imam Ahmad bin Hambal atau yang terkenal dengan sebutan Mazdhab Hambaly.

Ulama yang pernah menjadi muridnya dan yang meriwayatkan hadits-nya antara lain Abu Isa at-Tirmizi, Abu Abdur Rahman an-Nasa’i, putranya sendiri Abu Bakar bin Abu Dawud, Abu Awana, Abu Sa’id aI- Arabi, Abu Ali al-Lu’lu’i, Abu Bakar bin Dassah, Abu Salim Muhammad bin Sa’id al-Jaldawi dan lain-lain.

Imam Abu Dawud banyak memiliki karya, antara lain:

 Kitab AS-Sunnan (Sunan Abu Dawud).

 Kitab Al-Marasil.

 Kitab Al-Qadar.

 An-Nasikh wal-Mansukh.

 Fada’il al-A’mal.

 Kitab Az-Zuhd.

 Dala’il an-Nubuwah.

 Ibtida’ al-Wahyu.

 Ahbar al-Khawarij.


IV. IMAM TIRMDZI

Nama lengkap beliau adalah : Imam al-Hafizh Abu Isa Muhammad bin Isa bin Saurah bin Musa bin ad-Dahhak as-Sulami at-Tirmidzi.  lahir pada 279 H di kota Tirmiz.  Ia wafat di Tirmiz pada malam Senin 13 Rajab tahun 279 H (8 Oktober 892) dalam usia 70 tahun.

Ia belajar dan meriwayatkan hadits dari ulama-ulama kenamaan. Di antaranya adalah Imam Bukhari, kepadanya ia mempelajari hadits dan fiqh. Juga ia belajar kepada Imam Muslim dan Abu Dawud. Bahkan At-Tirmidzi belajar pula hadits dari sebagian guru mereka. Guru lainnya ialah Qutaibah bin Saudi Arabia’id, Ishaq bin Musa, Mahmud bin Gailan. Said bin ‘Abdur Rahman, Muhammad bin Basysyar, ‘Ali bin Hajar, Ahmad bin Muni’, Muhammad bin al-Musanna dan lain-lain

Hadits-hadits dan ilmu-ilmunya dipelajari dan diriwayatkan oleh banyak ulama. Di antaranya ialah Makhul ibnul-Fadl, Muhammad binMahmud ‘Anbar, Hammad bin Syakir, ‘Ai-bd bin Muhammad an- Nasfiyyun, al-Haisam bin Kulaib asy-Syasyi, Ahmad bin Yusuf an-Nasafi, Abul-‘Abbas Muhammad bin Mahbud al-Mahbubi, yang meriwayatkan kitab Al-Jami’ daripadanya, dan lain-lain.

Dalam Mazdhab Fiqih Imam Tirmizhi bermadzhab Syafi’i mengikuti Jejak Gurunya yaitu Imam Bukhari.

Imam Tirmidzi banyak menulis kitab-kitab. Di antaranya:

1. Jami at-Tirmidzi, terkenal dengan sebutan Sunan at-Tirmidzi

2. Kitab Al-‘Ilal

3. Kitab At-Tarikh

4. Kitab Asy-Syama’il an-Nabawiyyah

5. Kitab Az-Zuhd

6. Kitab Al-Asma’ wal-Kuna


V. IMAM NASA'I

Nama lengkap Imam an-Nasa`i adalah Abu Abdirrahman Ahmad bin Syu’aib bin Ali bin Sinan bin Bahr. Beliau diahirkan pada tahun 215 hijriah. Imam al-Nasa’i meninggal pada tahun 303 H dan dikebumikan di Bait al-Maqdis. Di antara guru-guru Imam an-Nasa`i, yang teradapat didalam kitab sunannya adalah sebagai berikut;

- Qutaibah bin Sa’id

- Ishaq bin Ibrahim

- Hisyam bin ‘Ammar

- Suwaid bin Nashr

- Ahmad bin ‘Abdah Adl Dabbi

- Abu Thahir bin as Sarh

- Yusuf bin ‘Isa Az Zuhri

- Ishaq bin Rahawaih

- Al Harits bin Miskin

- Ali bin Kasyram

- Imam Abu Dawud

- Imam Abu Isa at Tirmidzi, dan yang lainnya


Murid-murid yang mendengarkan majlis Imam an-Nasa`i dan pelajaran hadits Imam an-Nasa`i adalah;

- Abu al Qasim al Thabarani

- Ahmad bin Muhammad bin Isma’il An Nahhas an Nahwi

- Hamzah bin Muhammad Al Kinani

- Muhammad bin Ahmad bin Al Haddad asy Syafi’i

- Al Hasan bin Rasyiq

- Muhmmad bin Abdullah bin Hayuyah An Naisaburi

- Abu Ja’far al Thahawi

- Al Hasan bin al Khadir Al Asyuti

- Muhammad bin Muawiyah bin al Ahmar al Andalusi

- Abu Basyar ad Dulabi

- Abu Bakr Ahmad bin Muhammad as Sunni, dan yang lainnya.


Dalam Mazdhab Fiqih imam Nasa’i mengikuti Madzhab Syafi’i, mengikuti guru – guru beliau yang sebagian merupakan murid langsung dari imam Syafi’i

Imam Nasa`i mempunyai beberapa hasil karya, di antaranya adalah;

 As Sunan Ash Shughra

 As Sunan Al Kubra

 Al Kuna

 Khasha`isu ‘Ali

 ‘Amalu Al Yaum wa Al Lailah

 At Tafsir

 Adl Dlu’afa wa al Matrukin

 Tasmiyatu Fuqaha`i Al Amshar

 Tasmiyatu man lam yarwi ‘anhu ghaira rajulin wahid

 Dzikru man haddatsa ‘anhu Ibnu Abi Arubah

 Musnad ‘Ali bin Abi Thalib

 Musnad Hadits Malik

 Asma`u ar ruwah wa at tamyiz bainahum

 Al Ikhwah

 Al Ighrab

 Musnad Manshur bin Zadzan

 Al Jarhu wa ta’dil


V. IMAM IBNU MAJAH

Nama lengkap Imam Ibnu Majah adalah : Abu Abdullah Muhammad bin Yazid bin Abdullah bin Majah Al Quzwaini. Beliau dilahirkan pada tahun 207 Hijriah dan wafat pada hari selasa, tanggal 2 Ramadan tahun 275 Hijriyah.

Ibnu Majah sama dengan ulama-ulama pengumpul hadits lainnya, beliau mempunyai guru yang sangat banyak sekali. Diantara guru beliau adalah;

 ‘Ali bin Muhammad ath Thanâfusî

 Jabbarah bin AL Mughallas

 Mush’ab bin ‘Abdullah az Zubair

 Suwaid bin Sa’îd

 Abdullâh bin Muawiyah al Jumahî

 Muhammad bin Ramh

 Ibrahîm bin Mundzir al Hizâmi

 Muhammad bin Abdullah bin Numair

 Abu Bakr bin Abi Syaibah

 Hisyam bin ‘Ammar

 Abu Sa’id Al Asyaj

Dan yang lainnya.

Keluasan ‘ilmu Ibnu Majah membuat para penuntut ilmu yang haus akan ilmu berkeliling dalam majlis yang beliau dirikan. Maka sangat banyak sekali murid yang mengambil ilmu darinya, diantara mereka adalah;

 Muhammad bin ‘Isa al Abharî

 Abu Thayyib Ahmad al Baghdadî

 Sulaiman bin Yazid al Fami

 ‘Ali bin Ibrahim al Qaththan

 Ishaq bin Muhammad

 Muhammad bin ‘Isa ash Shiffar

 ‘Ali bin Sa’îd al ‘Askari

 Ibnu Sibuyah

 Wajdî Ahmad bin Ibrahîm

Dan yang lainnya.

Dalam madzhab fiqih Imam Ibnu Majah Mengikuti Guru – Guru utama beliau yang bermadzhab Maliky

Imam Ibnu Majah mempunyai banyak karya tulis, di antaranya:

1. Kitab As-Sunan, yang merupakan salah satu Kutubus Sittah (Enam Kitab Hadits yang Pokok).

2. Kitab Tafsir Al-Qur’an, sebuah kitab tafsir yang besar manfatnya seperti diterangkan Ibn Kasir.

3. Kitab Tarikh, berisi sejarah sejak masa sahabat sampai masa Ibn Majah.


(Disarikan oleh : Ustadz Luthfi Kamil Alumni Pondok Pesantren Langitan Widang Tuban)

Copyright by SoganBatik.com 2016. All right reserved.. Developed by masfen.id | endif.tc